Invasi Talenta Jepang ke Eropa Kian Masif: Bundesliga dan Liga Belgia Jadi Destinasi Utama

Fenomena eksodus pemain sepak bola Jepang ke liga-liga Eropa semakin tak terbendung. Sepanjang sejarah, tercatat lebih dari 100 talenta Negeri Sakura telah merumput di berbagai kompetisi Benua Biru. Tren ini kian nyata terlihat, khususnya di Bundesliga Jerman dan Jupiler Pro League Belgia, di mana jumlah pemain Jepang yang berlaga bahkan cukup untuk membentuk satu tim penuh di masing-masing liga.

Pada musim ini, Bundesliga Jerman menjadi rumah bagi 12 pemain asal Jepang. Sementara itu, Jupiler Pro League Belgia dihuni oleh 16 pemain Jepang. Angka-angka ini secara jelas menunjukkan betapa besarnya minat klub-klub Eropa terhadap kualitas dan potensi sepak bola dari Jepang.

Bundesliga: Magnet Talenta Jepang

Di Bundesliga, kehadiran 12 pemain Jepang mencerminkan kekuatan dan kedalaman talenta yang dimiliki. Susunan pemain ini bahkan bisa membentuk satu tim lengkap, dari lini belakang hingga depan.

Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Mio Backhaus, kiper berusia 21 tahun. Ia menjadi sorotan karena memiliki darah keturunan Jerman dan Jepang. Saat ini, Backhaus memperkuat Tim Nasional Jerman di kelompok umur, namun Federasi Sepak Bola Jepang dikabarkan juga menunjukkan minat untuk merekrutnya memperkuat tim nasional mereka di masa depan.

Jupiler Pro League: Daya Tarik Liga Belgia

Tak kalah dari Bundesliga, Jupiler Pro League Belgia juga menjadi destinasi favorit bagi para pemain Jepang. Dengan 16 pemain yang berlaga di liga tersebut, Belgia menawarkan panggung yang kompetitif bagi talenta-talenta muda Jepang untuk berkembang dan menunjukkan kualitasnya.

Kehadiran para pemain Jepang ini tidak hanya memperkaya warna persaingan di liga-liga top Eropa, tetapi juga menjadi bukti konkret akan kualitas, profesionalisme, dan daya tarik sepak bola Jepang di kancah internasional.